There was an error in this gadget

Tuesday, November 23, 2010

Rubik 3 X 3



Sesaat saya teringat pertama kali saya bisa menyelesaikan permainan rubik. Diawal mulai memegang rubik disaat menginjak kelas 3 SD dan hanya bisa menyelesaikan 1 layar dan itu pun auto didak tanpa rumus dan pengerahan-pengarahan. Dan lama waktu berjalan saat SMP dapat menyelesaikan hingga layer ke 2, hingga putus asa bagaimana menyelesaikannya rubik tersebut. Saat SMA saya pun melupakan hal tersebut dan ternya saat kuliah ternyata saya kembali melihat seseorang teman bermain rubik. Dan seketika saya pun mulai penasaran kembali, kok teman saya bisa menyelesaikan rubik tersebut.



Dan akhirnya saya diajari olehnya hingga akhirnya saya bisa menyelesaikan rubik tersebut. Ternya dalam tahap terakhir dalam penyelesaian rubik tersebut saya dibantu dengan rumus-rumus. Betapa bahagianya pertama kali saya bisa menyelesaikannya, hingga saya mempunyai keinginan mempercepat penyelesaian untuk rubik tersebut.


Tetapi setelah beberapa lama sering memainkan rubik 3 x 3, saya merasa mengerjakannya tanpa berpikir. Dan hal itu pun membuat saya tidak merasakan berpikir keras dalam menyelesaikan rubik tersebut. Hingga suatu saat muncul suatu pikiran "Kenapa kmaren2 w make rumus ya?" dan permainan rubik jadi hal yang tidak mengasikan bagi saya terutama pada rubik 3 x 3.

1 comment:

  1. ya... jadinya otak kita gak menganalisa bagaimana pergerakan rubik itu, namun lebih memikirkan ke rumusnya...
    jadi, manfaat dari rubik untuk asah otak sudah tidak berfungsi lagi gara-gara kita sudah bisa meneylesaikannya...
    so, bagi yang belum bisa, mending jangan ngotot buat bisa nyelesain rubik... hehe, betol gak bung?

    ReplyDelete