Wednesday, April 6, 2011

Siksaan

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami sesorang, timbullah penderitaan.
1. Kebimbangan
Kebimbangan dialami oleh sesorang apabila suatu saat ia tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Misalnya pada saat seseorang akan menentukan pilihan untuk pergi atau tidak atau dalam menentukan jurusan apakah yang tepat untuknya di perguruan tinggi. Semua masalah yang dihadapinya sama baiknya dan ia akan merasa bimbang yang memebuatnya dalam keadaan yang tidak menentu sehingga ia merasa sangat tersiksa. Bagi orang yang lemah berpikirnta karena masalah kebimbangan akan lama dialamai olehnya. Bagi orang yang kuat berpikirnya ia akan cepat mengambil keputusan sehingga kebimbangan cepat dapat diatasi.
2. Kesepian
Kesepian dialami oleh seseorang berupa rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun dalam lingkungan yang ramai sekalipun, kesepian akan terus dirasakannya. Berbeda dengan seorang pertapa yang tinggal ditempat sepi. Walaupun tempat mereka sepi tetapi hati mereka tidak sepi.
3. Ketakutan
Ketakutan dapat menyebabkan sesorang mengalami siksaan batin. Apabila rasa takut itu dibesar-besarkan, namun tidak pada tempatnya disebut phobia. Ketakutan bersifat psikis dan dapat timbul meskipun lingkungannya ramai.

CINTA KASIH

Kemesraan berasal dari kata mesra yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti sangat erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber pada rasa cinta kasih dan merupakan realisasi yang nyata.
Kemesraan dapat diartikan dengan keakraban. Dengan demikian, kemesraan atau keakraban berarti hal atau keadaan yang mempererat hubungan. Kemesraan atau keakraban yang dilandasi rasa cinta dapat muncul dalam sifat-sifat romantik, terutama tampak dalam wujud tingkah laku yang sedang bermesraan.
Untuk dapat mewujudkan kemesraan yang sempurna, diperlukan beberapa cara, antara lain dengan kontak mata, berbicara dan bersentuhan. Dengan kontak mata berarti, orang yang bermesraan saling berhadapan dan saling bertatapan. Mata adalah jendela jiwa sehingga dari sorotan mata masing-masing sesorang dapat membaca isi hati partnernya, seolah-olah mata dapat menembus untuk mengetahui isi hati seseorang.
Suasana yang mulai mesra menjadi lebih asyik apa lagi diikuti oleh kata-kata yang menggambarkan rasa cinta kasih, cinta birahi ataupun rindu dendam. Di sinilah akan lebih nyata kemampuan manusia untuk mewujudkan keakraban terhadap pasangannya karena kata-kata yang romantic akan semakin mengakrabkan mereka.
Kemesraan menjadi lebih meningkat apabila dilakukan dengan bersentuhan. Sentuhan tangan ibu pada kepala bayinya dapat membuat si anak merasa lebih tentram, sentuhan tangan bapak kepada putranya sembil menepuk-nepuk bahunya membuat mereka lebih dekat dan mesra. Selain ketiga hal diatas untuk mencapai kemesraan ketingkat yang lebih tinggi perlu dipergunakan cara mencintai.
Tingakat kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur dan secara umum dapat dibedakan atas remaja, rumah tangga, dan manula (manusia usia lanjut).